Sponsore By:

Sponsor By:

Rabu, 15 Mei 2019

SILABUS SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN




1.      IDENTITAS MATA KULIAH

Nama Mata Kuliah           : Sistem Informasi Pendidikan

Kode Mata Kuliah           :

Jumlah SKS                      : 2 (dua) SKS

Semester                           :


Program Studi / Program  : Pendidikan Agama Islam



2.       Manfaat Mata Kuliah
Mahasiswa dapat memiliki wawasan yang komprehensip dan sistemik tentang informasi kependidikan untuk dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan aktivitas keorganisasian pendidikan

3.       Deskripsi Mata Kuliah
Membahas berbagai konsep sistem informasi pendidikan dalam kaitannya dengan organisasi pendidikan. Membahas aplikasi berbagai model sistem informasi pendidikan dalam konteks organisasi pendidikan serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membangun informasi pendidikan agar mereka mampu memberikan kontribusi positif dalam penyelenggaraan pendidikan.

4.       Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami Sistem Informasi Pendidikan serta mampu mengkaji konsep-konsep Sistem Informasi Pendidikan.

5.       Strategi Pembelajaran
Perkuliahan dilaksanakan dengan tatap muka, diskusi dan pemecahan masalah. Materi kuliah dan bahan bacaan wajib diinformasikan pada awal perkuliahan. Untuk menambah pemahaman materi kuliah, mahasiswa diberikan tugas-tugas berupa tugas terstruktur, tugas mandiri dan presentasi kelompok.
6.       Materi Perkuliahan

Pertemuan
Pokok Bahasan
Ket
1
Kontrak  perkuliahan

2
Gambaran umum sistem informasi manajemen

3
Latar belakang kebutuhan informasi dalam kependidikan

4
Konsep dasar sistem

5
Sistem informasi manajemen

6
Komponen sistem informasi manajemen (hardware, software, brainware, prosedur, database)

7
Komponen sistem informasi manajemen lanjutan (database lanjutan dan teknologi telekomunikasi)

8
Ujian Tengah Semester

9
Sistem informasi berbasis computer (sistem pendukung keputusan)

10
Sistem pakar dan otomatisasi perkantoran

11
Presentasi Kelompok

12
Presentasi Kelompok

13
Presentasi Kelompok

14
Presentasi Kelompok

15
Ujian Akhir Semester


7.       Bahan Bacaan

1)       Eko, Richardus. (2001). Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jakarta: Elex Media Komputindo
2)       Enid. Squire. (1980). Mendisain dan Merencanakan Sistem. Alih bahasa: Kirbrandika. Jakarta: Gramedia
3)       Moekijat. (1991). Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Remaja Rosdakarya
4)       Sutedjo, B.D.Oetama. (2002). Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi
5)       Tri, Suwarni. (1996). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Atma Jaya
6)       Witarto. (2004). Memahami Sistem Informasi. Bandung: Informatika

8. Evaluasi                                            :
1.    Refleksi Topik         : 15 %
2.    Makalah                   : 10 %
3.    Partisipasi                : 10 %
4.    Tugas Individu        : 10 %
5.    Kuis                          : 10 %
6.    UTS                           : 20 %
7.    UAS                          : 20 %
8.    Presentasi               : 5 %


Sabtu, 11 Mei 2019

Cegah stunting secara holistik. Oleh, Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, MS.

Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, MS.
Ketua Institusi Asosiasi Perguruan Tinggi Gizi Indonesia.
Kuliah Pakar Fakultas IlmunKesehatan Universitas Islam Al-Ihya Kuningan


Stunting merupakan tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya.
Program spesifik berkaitan dengan stunting dalam pemahaman gizi di masyarakat. Adanya kerjasama antara dinas terkait dengan dinas kesehata untuk menanggulangi stunting.
Aspek yang harus berkaitan dengan pemahaman tentang terjadinya perubahan pada tulang yang terjadi pada linear panjang atau pendeknya tulang berdasarkan usia.
Kualitas sel dalam tubuh jelek dan kurang sehingga manusia terdampak stunting di mulai dari usia janin.
Sel beta jelek pada jaringan insulin, serta pembentukan pangkreas pada saat masih janin. Jika tidak berfungsi dengan baik maka berdampak pada pertumbuhan anak. Lemak piseral sebagai pengganti fungsi hati.
Penanggulangan srunting terdapat 2 jenis, pencegahan dan penanggulangan bisa di lakukan dengan cara memberikan stimulus pada anak agar sel-sel satap pada otak bisa berfungsi.  Anak terlahir stunting terdapat kualitas  selnya pada otak jelek dan jumlah selnya pada otak sedikit. Anak yang mengidap stanting memiliki daya pikir yang lemah, mudah sakit, tua memiliki penyakit berkaitan dengan pola makan,  Fungsi tubuh tidak berjalan dengan baik.
Proses terjadinya stunting karena kurangnya hormon pada tubuh yang di akibatkan dari kurangnya gizi.
Penyebab stunting, genetik, kebersihan diri dan lingkungan, pencernaan dan metabplik, dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Pencegahan stunting melalui gizi harus memperhatikan korelasi antara kebutuhan gizi yang berkaitan dengan kebutuhan pada tulang (gizi hewani) dapat menghasilkan asam amino untuk membentuk kolagen.