Welcome To Gudang Ilmu 79

Best Learning Solutions for Tech And Education

About Us

Best Learning Solutions Online

Gudang Ilmu 79 adalah blog yang berfokus pada berbagi pengetahuan dan wawasan seputar pendidikan, teknologi, dan tutorial praktis. Melalui artikel-artikel yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami, kami berkomitmen untuk membantu pembaca memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan menemukan solusi atas berbagai kebutuhan belajar. Kami percaya bahwa ilmu adalah investasi terbaik. Karena itu, Gudang Ilmu 79 hadir sebagai ruang belajar yang terbuka untuk siapa saja yang ingin terus berkembang.

Edukasi
Teknologi
Tutorial
Riset

PERCAKAPAN DI BALIK LAYAR

 


Raka memandangi layar ponselnya yang menyala. Pesan dari Nafisa baru saja masuk, balasannya selalu cepat, seperti tidak ingin membiarkan percakapan itu terputus. Ia tersenyum kecil, mengingat bagaimana semuanya dimulai hanya dari obrolan ringan tentang status WhatsApp.

"Putrinya udah gede, ya," tulis Raka waktu itu, mencoba memecah keheningan.
"Itu keponakan saya, Mas. Saya masih gadis," balas Nafisa, disertai emoji tertawa. Balasan itu sederhana, tapi membuat Raka merasa percakapan ini punya ruang untuk terus berkembang.

Hari-hari berikutnya, mereka mulai berbagi cerita. Tentang keluarga, rutinitas kerja, dan hal-hal kecil yang terkadang remeh tetapi entah kenapa terasa menyenangkan untuk dibicarakan. Nafisa punya gaya bicara yang santai, sementara Raka cenderung lebih serius tetapi tak pernah kehabisan cara untuk membuat suasana menjadi ringan.

Suatu hari, Nafisa menyinggung sesuatu yang membuat percakapan mereka lebih mendalam.
"Calonnya enggak ada, kebetulan meninggal 2 tahun lalu," tulis Nafisa tiba-tiba.
Raka terdiam sejenak. Ia tidak menyangka akan mendengar hal semacam itu, apalagi dari Nafisa yang biasanya terdengar ceria. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka, ya. Berat pasti, tapi kamu kuat banget," balas Raka, mencoba memberi kekuatan lewat kata-katanya.

"Ya, begitulah. Hidup kan jalan terus," balas Nafisa, singkat. Namun, di balik kalimatnya yang terlihat tegar, Raka bisa merasakan ada banyak luka yang masih belum sembuh sepenuhnya.

Dari situ, pembicaraan mereka semakin dalam. Nafisa berbagi tentang momen-momen kecil bersama almarhum saudaranya. "Kadang suka kangen bikin rencana, walaupun tahu enggak bakal kesampaian," tulisnya. Raka membalas, "Pasti dia bangga sama kamu. Dari caramu cerita, kelihatan banget kalau dia beruntung punya kamu."

Namun, tidak semua percakapan mereka berat. Ada banyak obrolan ringan yang membuat Nafisa terkadang tertawa kecil di balik layar. Seperti saat Raka bertanya tentang hobi, lalu mendapati bahwa Nafisa ternyata menyukai laut.

"Pantai itu tempat paling tenang. Rasanya, semua beban hilang kalau lihat ombak," kata Nafisa.
"Kalau gitu, kapan-kapan kita ke pantai bareng," balas Raka dengan nada bercanda. Tapi, seperti biasa, Nafisa hanya merespon dengan emoji tertawa, tanpa janji apa-apa.

Suatu malam, Nafisa berkata ia merasa kurang sehat. Raka langsung menyarankan, "Makan dulu, dong. Sup hangat tuh manjur."

"Tapi aku enggak pengen makan," balas Nafisa, singkat. Raka tahu, ada saat-saat Nafisa lebih memilih diam dengan segala perasaannya, dan ia menghormati itu.

Meski begitu, Raka tidak pernah menyerah untuk membuat Nafisa merasa nyaman. Kadang ia berbagi cerita tentang masa kecilnya, terkadang bertanya tentang pengalaman Nafisa saat kuliah. Dari sana, Raka tahu bahwa Nafisa pernah tinggal di kost, menjalani hidup mandiri jauh dari keluarga. "Aku pikir ngekost itu bebas banget, tapi ternyata malah bikin homesick, ya," komentar Raka.

"Iya, tapi di situ juga aku belajar banyak hal," jawab Nafisa, memberikan pandangan berbeda.

Percakapan mereka terus berlanjut, tanpa arah yang pasti. Tidak ada janji, tidak ada ekspektasi. Hanya dua orang yang saling berbagi cerita dan menemani satu sama lain lewat layar kecil. Seperti ombak di pantai yang disukai Nafisa—datang dan pergi, kadang tenang, kadang menghantam.

Raka tahu, mungkin Nafisa masih menyimpan banyak hal yang belum bisa ia bagi sepenuhnya. Dan itu tidak apa-apa. Ia akan tetap di sini, mengirim pesan demi pesan, tanpa pernah terburu-buru. Karena baginya, apa pun yang datang dari Nafisa selalu memiliki makna.


Comments

Tidak ada komentar:

"Terimakasih telah berkunjung ke blog kami, semoga anda dapat menemukan apa yang anda cari. Mohon untuk menambahkan komentar!"

SEARCH

RECENT POSTS

Loading posts...

TAG CLOUD

Loading tags...
Gudang News

Popular Articles

Alamat

Jl. Selajambe- Cipasung RT.05/ RW.01 Desa Selajambe Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan Jawa Barat 45566

Selajambe-Kuningan

putrakuningangroup@gmail.com

+6289528890141

Newsletter

Follow Us

Gudang ILmu 79. All Rights Reserved.