Sistem
pemanufakturan tradisional mengatur skedul produksi berdasarkan pada peramalan
kebutuhan dimasa yang akan datang. Padahal tidak seorang pun yang dapat
memprediksi masa yang akan datang dengan pasti walaupun dia memiliki pemahaman yang
sempurna tentang masa lalu dan memiliki insting yang tajam terhadap
kecendrungan yang terjadi dipasar.
Produksi
berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan dating dalam sistem tradisonal
memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi dari pada
produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya Oleh karena itu munculah ide Just In Time yang
memproduksi apabila ada permintaan. Suatu proses produksi hanya akan memproduksi
apa bila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Sebagai akibatnya pemborosoan dapat
dihilangkan dalam skala besar, yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya
produksi yang lebih rendah. Kedua hal tersebut menjadikan perusahaan lebih
kooperatif. Tujuan utama Just In Time adalah untuk meningkatkan laba dan posisi
persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya,
peningkatan kualitas, serta perbaikan kinerja pengiriman.
Salah
satu fungsi manajerial yang sangat penting dalam operasional suatu perusahaan
adalah pengendalian persediaan (inventory control), karena kebijakan persediaan secara fisik akan berkaitan
dengan investasi dalam aktiva lancer disatu sisi dan pelayanan kepada pelanggan
disisi lain. Pengaturan persediaan ini berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis
(operation, marketing da finance). Berkaitan dengan persediaan
ini terdapat konflik kepentingan diantara fungsi bisnis tersebut. Finance
menghendaki tingkat persediaan yang rendah, sedangkan marketing dan operasi
menginginkan tingkat persediaan yang tinggi agar kebutuhan konsumen dan
kebutuhan produksi dapat dipenuhi.
Berkaitan
dengan kondisi diatas, maka perlu ada pengaturan terhadap jumlah persediaan,
baik bahan-bahan maupun produk jadi, sehingga kebutuhan proses produksi mau pun
kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi. Tujuan utama dari pengendalian persediaan
adalah agar perusahaan selalu mempunyai persediaan dalam jumlah yang tepat,
pada waktu yang tepat dan dalam spesifikasi atau mutu yang telah ditentukan sehingga
kontinuitas usaha dapat terjamin (tidak terganggu).
Usaha
untuk mencapai tujuan tersebut tidak terlepas dari prinsip ekonomi yaitu jangan
sampai biaya yang dikeluarkan terlalu tinggi. Baik persediaan yang terlalu
banyak, maupun terlalu sedikit akan minimbulkan membengkaknya biaya persediaan.
Jika
persediaan terlalu banyak, maka akan timbul biaya yang disebut carrying cost,
yaitu biaya yang terjadi karena perusahaan memiliki persediaan yang banyak,
seperti : biaya yang tertanam dalam persediaan, biaya modal (termasuk biaya kesempatan
pendapatan atas dana yang tertanam dalam persediaan), sewa gudang, biaya
administrasi pergudangan, gaji pegawai pergudangan, biaya asuransi, biaya
pemeliharaan persediaan, biaya kerusakan/kehilangan.
Begitu
juga apabila persediaan terlalu sedikit akan menimbulkan biaya akibat kekurangan
persediaan yang biasa disebut stock out cost seperti : mahalnya harga karena membeli dalam partai kecil,
terganggunya proses produksi, tidak tersedianya produk jadi untuk pelanggan.
Jika tidak memiliki persediaan produk jadi terdapat 3 kemungkinan yaitu :
1.
Konsumen
menangguhkan pembelian (jika kebutuhannya tidak mendesak). Hal ini akan
mengakibatkan tertundanya kesempatan memperoleh keuntungan.
2.
Konsumen
membeli dari pesaing dan kembali ke perusahaan (jika kebutuhan mendesak dan
masih setia). Hal ini akan menimbulkan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan
selama persediaan tidak ada.
3.
Yang
terparah jika pelanggan membeli dari pesaing dan terus pindah menjadi pelanggan
pesaing, artinya kita kehilangan konsumen.
Selain biaya
diatas dikenal juga biaya pemesanan (ordering cost) yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan
pemesanan sejak penempatan pesanan sampai tersedianya bahan/barang digudang.
Biaya tersebut antara lain : biaya telepon, biaya surat menyurat, biaya
adminisrasi dan penempatan pesanan, biaya pemilihan pemasok, biaya pengangkutan
dan bongkar muat, biaya penerimaan dan pemeriksaan bahan/barang.
A.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN
Pengendalian persediaan
merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi oleh
perusahaan. Kekurangan bahan baku akan mengakibatkan adanya hambatan-hambatan
pada proses produksi. Kekurangan persediaan
barang jadi dipasaran akan menimbulkan kekecewaan pada
pelanggan dan akan mengakibatkan perusahaan kehilangan mereka, sedangkan
kelebihan persediaan akan menimbulkan biaya ekstra (biaya penyimpanan dan
lain-lain), disamping resiko kerusakan karena penyimpanan barang yang terlalu
lama. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengendalian persediaan yang efektif
sangat diperlukan oleh suatu perusahaan.
Oleh karena itu pengendalian persediaan
pada hakikatnya mencakup dua fungsi yang berhubungan sangat erat yaitu :
a.
Perencanaan
persediaan : aspek perencanaan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang
akan disediakan atau diproduksi dan sumber terbaik pengadaan barang-barang.
b.
Pengawasan
persediaan : aspek pengawasan yaitu :
1.
Bila
mana dan berapa kali pesanan atau produksi dilaksanakan.
2.
Berapa
banyak pesanan atau produksi tersebut.
Fungsi pengendalian
persediaan ditentukan oleh berbagai kondisi yaitu :
a.
Bila
jangka waktu pengiriman relatif lama maka perusahaan perlu persediaan
bahan baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan selama jangka waktu pengiriman.
Atau pada perusahaan dagang, persediaan barang dagangan
harus cukup untuk melayani permintaan langganan selama jangka waktu
pengiriman barang dari penyedia atau produsen.
b.
Sering
kali jumlah yang dibeli atau diproduksi
lebih besar dari pada yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan
karena membeli dan memproduksi dalam jumlah yang besar pada umumnya lebih
ekonomis. Karena sebagian barang-bahan yang belum digunakan disimpan sebagai
persediaan.
c.
Apabila
permintaan barang bersifat musiman sedangkan tingkat produksi setiap saat
adalah konstan maka perusahaan dapat melayani permintaan tersebut dengan
membuat tingkat persediaannya berfluktuasi mengikuti fluktuasi permintaan.
Tingkat produksi yang konstan umumnya lebih disukai karena biaya-biaya
untuk mencari dan melatih tenaga kerja baru, upah lembur dan sebagainya (bila
tingkat produksi berfluktuasi) akan lebih besar dari pada biaya penyimpanan barang digudang (bila
tingkat persediaan berfluktuasi).
d.
Selain
untuk memenuhi permintaan pelanggan, persediaan juga diperlukan apabila
biaya untuk mencari barang-bahan pengganti atau biaya kehabisan barang-bahan
(stock out cost) relatif
besar.
B.
TUJUAN PERSEDIAAN
1.
Menghilangkan
pengaruh ketidakpastian (mis : safety stock)
2.
Memberi waktu luang untuk pengelolaan
produksi dan pembelian.
3.
Untuk
mengantisipasi perubahan pada permintaan dan penawaran.
4.
Menghilangkan/mengurangi
risiko keterlambatan pengiriman bahan.
5.
Menyesuaikan
dengan jadwal produksi.
6.
Menghilangkan/mengurangi resiko kenaikan harga.
7.
Menjaga
persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman.
8.
Mengantisipasi
permintaan yang dapat diramalkan.
9.
Mendapatkan
keuntungan dari quantity discount
10.
Komitmen
terhadap pelanggan.
C.
HAL-HAL YANG DIPERTIMBANGKAN
Struktur
biaya persediaan.
a.
Biaya
per unit (item cost)
b.
Biaya penyiapan pemesanan (ordering cost)
· Biaya
pembuatan perintah pembelian (purchasing order)
· Biaya
pengiriman pemesanan
· Biaya transportasi
· Biaya penerimaan (Receiving
cost)
· Jika diproduksi sendiri
maka akan ada biaya penyiapan (set up cost): surat menyurat dan biaya untuk
menyiapkan perlengkapan dan peralatan.
c.
Biaya
pengelolaan persediaan (Carrying cost)
· Biaya yang dinyatakan dan
dihitung sebesar peluang yang hilang apabila nilai persediaan digunakan
untuk investasi Cost of capital)
· Biaya
yang meliputi biaya gudang, asuransi dan pajak (Cost of storage). Biaya ini berubah sesuai
dengan nilai persediaan.
d.
Biaya
resiko kerusakan dan kehilangan (Cost of obsolescence,
deterioration and loss)
e.
Biaya akibat kehabisan persediaan (Stockout cost)
D.
METODA MANAJEMEN PERSEDIAAN
A.
METODA EOQ (ECONOMIC
ORDER QUANTITY)
B.
METODA JIT (JUST
IN TIME)
E.
PERSEDIAAN DARI SUDUT PANDAN TRADISIONAL (EOQ)
Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam sistem
tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi dari pada
produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu
munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan. Suatu proses
produksi hanya akan memproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Sebagai akibatnya pemborosoan dapatdihilangkan
dalam skala besar yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang
lebihrendah. !edua hal tersebut menjadikan perusahaan lebih kooperatif. Tujuan
utama Just InTime adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan
perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan
kualitas, serta perbaikan kinerja pengiriman.
EOQ merupakan contoh dari system
persediaan yang didorong (push inventory system) perolehan persediaan diawali dengan antisipasi permintaan di masa mendatang –
bukan reaksi terhadap permintaan saat ini.
ASUMSI
1.
Kecepatan
permintaan tetap dan terus menerus.
2.
Waktu
antara pemesanan sampai dengan pesanan dating (lead time) harus tetap.
3.
Tidak pernah
ada kejadian persediaan habis atau stock out.
4.
Material dipesan dalam paket atau lot dan pesanan
dating pada waktu yang bersamaan dan tetap dalam bentuk paket.
5.
Harga
per unit tetap dan tidak ada pengurangan harga walaupun pembelian dalam jumlah
volume yang besar.
6.
Besar
carrying cost tergantung secara garis lurus dengan rata-rata jumlah
persediaan.
7.
Besar
ordering cost atau set up cost tetap untuk setiap lot
yang dipesan dan tidak tergantung pada jumlah item pada setiap lot.
8.
Item
adalah produk satu macam dan tidak ada hubungan dengan produk lain.
1.
Biaya Persediaan =
Biaya pemesanan/Persiapan+Biaya penyimpanan
TC=PD+CQ/2
….. (1)
Dimana :
P : Biaya penempatan
dan penerimaan pesanan/biaya persiapan pelaksanaan produksi
D : Jumlah permintaan
tahunan yang diketahui
Q : Jumlah unit
yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan
C : Biaya penyimpanan satu unit persediaan selama satu tahun
Titik
Pemesanan Kembali (Reorder Point/ROP)
Titik
dimana suatu pesanan baru harus dilakukan (persiapan dimulai)
Fungsi
dari EOQ, tenggang waktu dan tingkat dimana persediaan hampir habis
Tenggang
waktu/Lead Time : waktu yang dibutuhkan untuk menerima kuantitas pesanan
ekonomis setelah pesanan dilakukan atau persiapan dimulai
ROP=Tingkat
Penggunaan x Tenggang Waktu
Missal
: contoh di atas. Produsen gunakan 50 komponen/hari dengan tenggang waktu 4
hari
ROP=50x4=200
unit
Saat
persediaan 200 unit sudah harus pesan lagi.
Ketidakpastian
Permintaan dan Titik Pemesanan Kembali
Jika permintaan atas komponen atau produk tidak diketahui dengan pasti,
maka ada kemungkinan terjadinya kehabisan persediaan. Sebagai contoh : jika
komponen lemari es digunakan pada tingkat 60 komponen perhari dan bukan 50,
maka sesuai perhitungan ROP diatas sebesar 200 komponen akan habis dalam
waku 3 1/3 hari dan aktivitas reparasi yang membutuhkan komponin ini akan
menganggur 2/3 hari.
Guna
menghindari hal ini, organisasi sering menyimpan persediaan pengaman (safety
stock) persediaan ekstra yang disimpan sebagai jaminan atas fluktuasi
permintaan.
Kebaikan
EOQ :
· Persediaan
tradisional baik bagi beberapa kasus seperti persediaan obat yang penting untuk
mengatasi serangan jantung
· Menyeimbangkan biaya persiapan biaya persiapan dan penyimpanan yangmemaksimumkan
laba atau meminimumkan biaya
· Saat biaya
persiapan tinggi jadi lebih baik buat produk dengan jumlah besar Sangat
baik saat mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketidakpastian
F.
PERSEDIAAN MENURUT METODE JUST IN TIME (JIT)
Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana
segenap sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia dan
fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat
produktifitas dan mengurangi pemborosan. Just In Time didasarkan pada konsep
arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi
bekerja sama dengan komponen lainnya. Tenaga kerja langsung dalam lingkungan
Just In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi
pada pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja, ruang dan waktu produksi.
Metode produksi
Just In time mensyaratkan tidak adanya persediaan bahan baku karena bahan baku
dan suku cadang dijadwalkan untuk sampai ke pabrik dari pemasok hanya pada saat
dibutuhkan saja.
Persediaan Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap
sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia dan fasilitas
dipakai sebatas dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan
mengurangi pemborosan. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang
berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama
dengan komponen-komponen lainnya. Tenaga kerja langsung dalam lingkungan Just
In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi pada
pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja, ruang dan waktu produksi.
Perusahaan pabrikasi
menyimpan tiga jenis persediaan : bahan baku, barang dalam proses dan barang
jadi. Persediaan ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga
kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan mulus kendati pun para pemasok
terlambat melakukan pengiriman atau bila mana sebuah departemen tidak mampu
beroperasi selama beberapa waktu karena sesuatu atau hal lainnya. Persediaan
ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga kegiatan perusahaan
tetap dapat berjalan mulus kendatipun para pemasok terlambat melakukan
pengiriman atau bilamana sebuah departemen tidak mampu beroperasi selama
beberapawaktu karena sesuatu atau hal lainnya. Namun penyimpanan persediaan itu
sudah barang tent memakan biaya besar.
Sistem Just In Time merupakan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan
persedian. Perusahaan yang mengadopsi system Just In Time ke proses produksinya
mestilah merancang kembali fasilitas pabrikasinya dan kejadian yang memicu
proses.
JIT merupakan
pendekatan yang meminimalkan total biaya penyimpanan dan biaya persiapan yang
sangat berbeda dari trandisional. Dalam JIT, tidak menerima biaya persiapan (atau biaya
pemesanan) malah JIT mencoba menekan hingga nol sehingga biaya yang
tersisa untuk dikurangi adalah biaya penyimpanan yang dicapai dengan mengurangi
persediaan sampai tingkat yang sangat rendah.
Biaya Pemesanan dikurangi dengan cara :
1. Kontrak Jangka
Panjang dengan Pemasok
2. Pengisian kembali yang berkesinambungan
(continuous replenishment)
Pembuat barang mengambil alih fungsi
manajemen persediaan pengecer dengan memberitahu pengecer kapan dan berapa
banyak persediaan yang harus dipesan kembali dan pengecer meninjau usul ini.
Contoh : yang dijalankan Wal-Mart
dan Proctec & Gamble
3. Pertukaran Data
Elektronik (Electronic data interchange)
suatu bentuk awal dari perdagangan elektronik yang intinya : suatu metode
terotomatisasi dari pengiriman informasi dari computer ke computer
EDI memungkinkan para pemasok mengakses
database para pembeli, sehingga memungkinkan pemasok tahu kapan pembeli butuh pesanan barang
- karena ada tukeran barang
4. JIT - Kemitraan
JIT ke tingkat yang lebih tinggi dengan menempatkan wakil pemasok
yang bekerja di lapangan (secara penuh), difasilitasi
pelanggan tetapi dibayar oleh pemasok menghadiri pertemuan perencanaan
produksi, memiliki otoritas untuk membuat pesanan atas nama pelanggan.
Contoh : JIT II yang dijalankan oleh IMB, Intel, AT&T dll
KETERBATAN JIT
1. Sering timbul
masalah dengan pemasok, meski ada kontrak jangka panjang
2. Pandangan negative
dari karyawan yang merasa diperas tenaganya
3. Jika tidak dijalankan dengan baik ada resiko kehilangan penjualan
yang bisa jadi meruakan penjualan yang hilang selamanya
Rumusan
JIT yang digunakan adalah :
Sumber
: Hendra Kusuma : 2004
Dimana
: XI : Unit produk yang harus dijual untuk mencapai laba tertentu.
I :
Laba sebelum pajak penghasilan
X1=(I+F1+X2V2) / (P-V1)
F1 :
Total biaya tetap
X2 :
Jumlah kuantitas berbasis nonunit
V2 :
Biaya variable berbasis nonunit
P :
Harga jual perunit
V1 :
Biaya variable perunit
G.
TEORI-TEORI BATASAN DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN
Secara umum dapat
dikatakan bahwa biaya system persediaan adalah semua pengeluaran dan
kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan. Biaya sistem
persediaan terdiri dari : (Nasution,2008:121)
·
Biaya Pembelian (Purchasing Cost)
Biaya pembelian
adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang. Besarnya biaya pembelian
ini tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga satuan barang.
Biaya pembelian menjadi faktor penting ketika harga barang yang dibeli
tergantung pada ukuran pembelian. Situasi ini biasa disebut sebagai quantity
discount atau price break dimana harga barang per unit akan
turun bila jumlah barang yang dibeli banyak.
Dalam kebanyakan teori persediaan komponen
biaya pembelian tidak dimasukkan
kedalam total biaya sistem persediaan karena diasumsikan bahwa harga barang per unit
dipengaruhi oleh jumlah barang yang dibeli sehingga komponen biaya pembelian
untuk periode waktu tertentu (misalnya 1 tahun) konstan dan hal ini
tidak akan mempengaruhi berapa banyak barang yang harus dipesan.
·
Biaya Pengadaan (Procurement Cost)
Biaya
pengadaan dibedakan atas 2 jenis sesuai asal usul barang yaitu :
a. Biaya pemesanan (ordering
cost)
Biaya pemesanan
adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar.
Biaya ini meliputi biaya untuk menentukan pemasok (supplier), pengetikan
pesanan, biaya pengangkutan, biaya penerimaan dan seterusnya. biaya ini
diasumsikan konstan untuk sekali pesan.
b. Biaya pembuatan (setup
cost)
Biaya pembuatan
adalah semua pengeluaran yang timbu dalam mempersiapkan produksi suatu
barang. Biaya ini timbul di dalam pabrik yang meliputi biaya
menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, mempersiapkan gambar kerja
dan seterusnya.
·
Biaya penyimpanan (Holding Cost)
Biaya penyimpanan
adalah semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang. Biaya ini
meliputi :
a.
Biaya
modal
Penumpukan barang di gudang berarti
penumpukan modal, dimana modal perusahaan memiliki ongkos (expense) yang
dapat diukur dengan suatu bunga bank. Oleh karena itu biaya yang ditimbulkan
karena memiliki persediaan harus diperhitungkan dalam suatu biaya sistem
persediaan. Biaya memiliki persediaan diukur sebagai persentasenilai persediaan
untuk periode waktu tertentu.
b. Biaya gudang
Barang yang disimpan memerlukan tempat penyimpanan sehingga timbul biaya
gudang. Bila gudang dan peralatannya disewa maka biaya gudangnya merupakan
biaya sewa sedangkan bila perusahaan mempunyai gudang sendiri maka biaya gudang
merupakan biaya depresiasi.
c. Biaya
kerusakan dan Penyusutan
Barang yang disimpan dapat mengalami kerusakan
dan penyusutan karena beratnya berkurang atau jumlahnya berkurang karena
hilang. Biaya kerusakan dan penyusutan biasanya diukur dari pengalaman
sesuai persentasenya.
d. Biaya kadaluarsa
(absolence)
Barang yang disimpan dapat mengalami
penurunan nilai karena perubahan teknologi dan model sepeti barang
elektronik. Biaya kadaluarsa biasanya
diukur dengan besarnya penurunan nilai jual dari barang tersebut.
c. Biaya asuransi
Barang yang disimpan diasuransikan untuk
menjaga dari hal yang tak diinginkan seperti kebakaran. Biaya asuransi
tergantung jenis barang yang diasuransikan dan perjanjian dengan
perusahaan asuransi.
e. Biaya administrasi
dan Pemindahan
Biaya ini dikeluarkan untuk
mengadministrasikan persediaan barang yang ada,
baik pada saat pemesanan, penerimaan barang maupun penyimpanannya dan biaya untuk memindahkan
barang dari, ke dan di dalam tempat penyimpanan, termasuk upah buruhdan
biaya peralatan handling.
·
Biaya kekurangan Persediaan (Shortage Cost)
Bila perusahaan
kehabisan barang pada saat ada permintaan maka akan terjadi keadaan kekurangan
persediaan. Keadaan ini akan menimbulkan kerugian karena proses produksi akan
terganggu dan kehilangan kesempatan mendapat keuntungan atau kehilangan
konsumen pelanggan karena kecewa sehiggan beralih ke tempat lain. Biaya
kekurangan persediaan dapat diukur dari :
a.
Kuantitas
tidak dapat dipenuhi
Biasanya diukur dari keuntungan yang
hilang karena tidak dapat memenuhi permintaan atau dari kerugian akibat
terhentinya proses produksi. Kondisi ini diistilahkan sebagai biaya
penalti atau hukuman kerugian bagi perusahaan.
b. Waktu Pemenuhan
Lamanya gudang kosong berarti lamanya proses produksi terhenti atau lamanya
perusahan tidak mendapat keuntungan, sehingga waktu menganggur tersebut dapat
diartikan sebagai uang yang hilang. Biaya waktu pemenuhan diukur berdasarkan
waktu yang diperlukan untuk memenuhi gudang.
c. Biaya Pengadaan
darurat
Supaya konsumen tidak kecewa maka dapat dilakukan pengadaan darurat yang biasanya menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengadaan normal. Kelebihan biaya dibandingkan pengadaan normal ini dapat dijadikan ukuran untuk menentukan biaya kekurangan persediaan. oh dari system persediaan yang didorong (push inventory system) perolehan persediaan diawali dengan antisipasi permintaan di masa mendatang bukan reaksi terhadap permintaan saat ini.
Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam system
tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi dari pada
produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu
munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan.
Tujuan
utama JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang
dicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan kualitas, serta perbaikan
kinerja pengiriman.
Persediaan
JIT adalah untuk sistem persediaan yang dirancang guna mendapatkan barang
secara tepat waktu. Pada persediaan JIT mensyaratkan
bahwa proses atau orang yangmembuat unit rusak dapat
dikirim untuk menunggu pengerjaan ulang atau menjadi bahansisa.
Teori
dalam batasan pada manajemen persediaan
Secara
umum dapat dikatakan bahwa biaya system persediaan adalah semua pengeluaran dan
kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan. Biaya sistem persediaan
terdiri dari (Nasution, 2008: 121)
· Biaya Pembelian (Purchasing
Cost)
· Biaya
Pengadaan (rocurement Cost)
· Biaya
penyimpanan (Holding Cost)
· Biaya
kekurangan Persediaan (Shortage Cost)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"Terimakasih telah berkunjung ke blog kami, semoga anda dapat menemukan apa yang anda cari. Mohon untuk menambahkan komentar!"