Cinta Yang Hilang

 

Di sudut malam yang tak lagi bernyawa,
aku menemukan jejakmu—
bukan dalam wujud,
melainkan dalam hening yang menyiksa.

Kita pernah menjadi hujan
yang jatuh bersamaan,
mengalir tanpa ragu,
menyatu tanpa tanya arah.

Namun waktu,
seperti angin yang tak pernah meminta izin,
membawamu pergi—
menyisakan aku dalam musim yang tak kunjung berganti.

Kini, cinta itu tinggal gema,
berulang di ruang kenangan,
menggetarkan hati yang rapuh,
namun tak lagi mampu memelukmu.

Jika kehilangan adalah cara semesta mengajar,
maka aku telah menjadi murid yang patuh—
belajar merelakan,
meski setiap pelajaran terasa seperti perpisahan yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Terimakasih telah berkunjung ke blog kami, semoga anda dapat menemukan apa yang anda cari. Mohon untuk menambahkan komentar!"

SEARCH

RECENT POSTS

Loading posts...

CATEGORIES

TAG CLOUD

Loading tags...