Bubur Bassang Khas Makassar, Kuliner Viral Tahun Ini
Bubur Bassang Khas Makassar: Kuliner Tradisional Viral
Bubur Bassang adalah salah satu kuliner tradisional dari Makassar yang kini kembali populer dan viral di 2026. Hidangan ini terbuat dari jagung pulut yang dimasak bersama santan hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih manis yang khas.
Secara historis, Bubur Bassang dikenal sebagai makanan rakyat sejak masa kerajaan di wilayah Sulawesi Selatan. Jagung pulut yang menjadi bahan utama dianggap sebagai simbol kemakmuran dan ketahanan pangan masyarakat pesisir.
Konon, ada cerita masyarakat yang meyakini Bubur Bassang sering disajikan saat acara adat atau syukuran sebagai lambang harapan hidup yang lengket dan erat seperti teksturnya. Meski tidak memiliki kisah mistis kuat, nilai filosofisnya cukup mendalam.
Cara menikmati Bubur Bassang paling nikmat adalah dalam keadaan hangat, terutama saat pagi atau malam hari. Biasanya disajikan dengan tambahan gula pasir atau sedikit garam sesuai selera, bahkan kini ada versi topping kekinian seperti keju dan susu kental manis.
Bahan-bahan:
-
250 gram jagung pulut kering
1 liter air untuk merebus
-
500 ml santan kental
-
2 lembar daun pandan
-
1/2 sdt garam
-
Gula pasir secukupnya
Cara Membuat:
-
Rendam jagung pulut semalaman hingga mengembang.
-
Rebus jagung hingga empuk dan mekar.
-
Tambahkan santan, daun pandan, dan garam.
-
Masak dengan api kecil sambil diaduk agar tidak pecah santan.
-
Sajikan hangat dengan gula sesuai selera.
Estimasi Biaya Pembuatan: ± Rp25.000 – Rp35.000 (untuk 4–5 porsi).
Sejarah Bubur Bassang Sulawesi Selatan dan Perkembangannya
Bubur Bassang diyakini telah ada sejak abad ke-16, berkembang di lingkungan masyarakat agraris dan pesisir. Jagung pulut menjadi alternatif pengganti beras ketika hasil panen padi tidak mencukupi.
Dalam literatur budaya kuliner Sulawesi Selatan, Bubur Bassang termasuk kategori makanan tradisional berbasis serealia. Pengaruh perdagangan rempah turut memperkaya penggunaan santan dan daun pandan sebagai penambah aroma.
Seiring perkembangan zaman, Bubur Bassang sempat mengalami penurunan popularitas akibat maraknya makanan cepat saji modern. Namun tren kembali ke makanan tradisional membuat hidangan ini naik daun kembali.
Kini Bubur Bassang banyak dijual di kafe tradisional dengan konsep heritage. Generasi muda mulai mengenal kembali kuliner ini sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Bubur Bassang bukan sekadar makanan, tetapi simbol ketahanan pangan dan warisan kuliner yang perlu dijaga keberlangsungannya di tengah arus globalisasi.
Bahan dan cara membuat tetap sama seperti resep tradisional di atas, namun kini banyak variasi modern seperti tambahan durian, cokelat, atau gula aren cair.
Cara Membuat Bubur Bassang Jagung Pulut yang Lembut dan Gurih
Kunci utama dalam membuat Bubur Bassang yang sempurna terletak pada proses perendaman jagung pulut. Proses ini membantu tekstur menjadi lebih empuk saat direbus.
Penggunaan santan segar juga sangat mempengaruhi cita rasa. Santan instan boleh digunakan, tetapi santan perasan pertama memberikan aroma lebih harum dan rasa lebih gurih alami.
Teknik memasak harus menggunakan api kecil sambil terus diaduk perlahan. Hal ini untuk menghindari santan pecah dan menjaga konsistensi bubur tetap lembut.
Bagi yang ingin versi lebih sehat, gula dapat diganti gula aren cair. Selain lebih alami, rasanya juga memberikan sentuhan karamel yang khas.
Estimasi total waktu memasak sekitar 60–90 menit termasuk proses perebusan hingga jagung benar-benar lunak dan menyatu dengan santan.
Harga Bubur Bassang Makassar dan Estimasi Modal Usaha
Harga Bubur Bassang di Makassar saat ini berkisar Rp8.000 – Rp15.000 per porsi tergantung lokasi dan topping tambahan. Versi premium di kafe bisa mencapai Rp20.000 per mangkuk.
Jika ingin membuka usaha kecil Bubur Bassang, modal awal relatif terjangkau. Dengan Rp200.000 – Rp300.000 sudah bisa memulai skala rumahan.
Perhitungan sederhana menunjukkan margin keuntungan cukup menjanjikan karena bahan utama jagung pulut relatif murah dan mudah diperoleh.
Strategi pemasaran digital melalui TikTok dan Instagram terbukti efektif mengangkat kembali popularitas Bubur Bassang di kalangan anak muda.
Dengan branding yang tepat, Bubur Bassang berpotensi menjadi produk UMKM unggulan khas Makassar yang mampu bersaing di pasar kuliner nasional.
Bubur Bassang Viral TikTok: Tradisi Bertemu Tren Modern
Tren kuliner tradisional di TikTok membuat Bubur Bassang kembali dikenal luas. Banyak konten kreator menampilkan proses memasak hingga review rasa yang autentik.
Visual tekstur jagung yang mengembang dan kuah santan yang kental menjadi daya tarik tersendiri dalam video pendek. Hal ini memicu rasa penasaran generasi muda.
Fenomena viral ini membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu beradaptasi dengan era digital tanpa kehilangan identitasnya.
Meski tampil lebih modern, resep dasar Bubur Bassang tetap mempertahankan bahan utama dan cara memasak tradisionalnya.
Comments
Tidak ada komentar:
"Terimakasih telah berkunjung ke blog kami, semoga anda dapat menemukan apa yang anda cari. Mohon untuk menambahkan komentar!"